New Yamaha R25, Tawarkan Desain Baru dan Up-side Down

Jakarta: Yamaha akhirnya melakukan penyegaran terhadap Yamaha YZF-R25 dan R3 yang mereka lakukan secara global di Jakarta pada Kamis (11/10/2018). Adapun ubahan yang terlihat kasat mata dari motor versi terbaru dari beginner sport Yamaha tersebut adalah dari sisi desain dan suspensi depan.

Desainnya kini punya wajah yang mirip dengan R15 meski sisi dalam fairing kini terlihat lebih padat. Sementara di bagian depan motor ini sudah menggunakan model suspensi upside down untuk membuat tampilannya lebih sporty. Sisi lain yang terlihat ada perubahan adalah bagian lampu yang sudah full LED.

“Yamaha Indonesia adalah satu-satunya produsen R25 dan R3 yang beredar di dunia sejak pertama debutnya di 2014. Kami memenuhi sistem produksi berdasarkan standar global Yamaha dan kontrol kualitas menyeluruh untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi ke seluruh dunia,” klaim President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) melalui keterangan resminya.

Perbaikan yang dilakukan Yamaha memang tidak menyentuh bagian mesin, mengingat basis mesinnya memang masih up to date. Meski demikian, Yamaha tetap melakukan penyesuaian dari sisi harga jualnya yaitu Rp58,6 juta yang kami kutip di web resmi Yamaha, ada kenaikan sebanyak Rp1,6 juta dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Tentu kenaikan ini masih bisa dimaklumi. Mengingat material seperti lampu LED hingga desain dan penggunaan tipe suspensi up side down, membuat perubahannya terlihat cukup banyak.

Jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti Honda CBR250RR dan Ninja 250 SE, Yamaha R25 unggul dari banderol harga, alias supersport termurah di kelasnya. Namun dari spesifikasi lainnya, ada beberapa kelemahan yang dimiliki. Termasuk perbedaan tenaga jika dibandingan dengan kedua rivalnya itu.

Spesifikasi:
Mesin

TIPE MESIN     Liquid cooled 4-stroke, DOHC
SISTEM BAHAN BAKAR     Fuel Injection
TIPE KOPLING     Basah, Kopling manual , Multiplat
TIPE TRANSMISI     Constant mesh 6-kecepatan
JUMLAH / POSISI SILINDER     Inline 2-cylinder
DIAMETER X LANGKAH     60,0 x 44,1 mm
PERBANDINGAN KOMPRESI     11,6 : 1
DAYA MAKSIMUM     26,5kW/12000rpm
TORSI MAKSIMUM     22.6Nm/10000rpm
SISTEM STARTER     Elektrik starter
SISTEM PELUMASAN     Basah
KAPASITAS OLI MESIN  Total = 2,40 L ; Berkala = 1,80 L ; Ganti filter oli = 2,10 L

Dimensi
P X L X T     2090mm X 720mm X 1135mm
JARAK SUMBU RODA     1380mm
JARAK TERENDAH KE TANAH     160mm
TINGGI TEMPAT DUDUK     780mm
BERAT ISI     166 kg
KAPASITAS TANGKI BENSIN     14 Liter

Rangka
TIPE RANGKA     Diamond
SUSPENSI DEPAN     Teleskopik
SUSPENSI BELAKANG     Swing Arm
BAN DEPAN     110/70-17M/C (54S)
BAN BELAKANG     140/70-17M/C (66S)
REM DEPAN     Cakram Hidraulic , Piston Ganda
REM BELAKANG     Cakram Hidraulic, Piston Tunggal

Kelistrikan
SISTEM PENGAPIAN     TCI
BATTERY     GTZ8V
TIPE BUSI     NGK/CR9E

(UDA)

Ketua Umum YNIC Puji Kualitas Corsa Platinum M5

Jakarta: Ketua Umum Yamaha Nmax Club Indonesia (YNCI) Yudi memuji kualitas ban Corsa Platinum M5. Menurutnya, Corsa Platinum M5 sangat menunjang perjalanan touring, stabil saat dipacu melintasi jalan bebatuan, dan cocok untuk segala kebutuhan pengendara.

Hal itu diungkapkan Yudi usai mengikuti kegiatan Corsa Jelajah Tangguh untuk menguji ketangguhan Corsa Platinum M5. Jalur yang dilewati Corsa Jelajah Tangguh berawal dari Sulawesi, Jawa, dan berakhir di Bali pada Sabtu, 6 Oktober 2018.

“Pengalaman ikut touring Jelajah Tangguh dengan Corsa M5 ini sangat menyenangkan. Dari segi kembangan dan bahan compound yang digunakan sangat menunjang perjalanan touring. Mengebut di tikungan dan hajar batu-batuan masih oke. Habis dari acara, besok juga beberapa teman-teman ada yang mau lanjut ke Labuan Bajo. Saya yakin ban Corsa Platinum M5 tetap oke sampai tujuan,” ujar Yudi, dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Oktober 2018.

Corsa Platinum M5 dilengkapi telapak ban yang sporty dan alur pattern yang agresif sehingga memaksimalkan performa dan kenyamanan dalam berkendara. Pattern depan dan belakang yang dirancang dengan arah saling berlawanan akan memaksimalkan grip pada masing-masing ban.


Corsa Platinum M5. (Foto: Dok. Corsa)

Selain itu, Corsa Platinum M5 diproduksi dengan compound premium (bahan baku ban pilihan, baik karet maupun sintetik). Corsa Platinum M5 memiliki jarak tempuh optimal dan dijamin mampu memberikan performa handling, serta daya cengkram yang sangat baik di lintasan kering maupun basah.

Berbicara soal ukuran, Corsa Platinum M5 saat ini baru tersedia di rim 13 dengan ukuran 110/70-13 48P, 120/70-13 53P, 130/70-13 63P, 140/70-13 61P, 150/60-13 66P. Corsa Platinum M5 dibanderol dengan kisaran harga eceran tertinggi (HET) Rp270 ribu hingga Rp420 ribu di seluruh wilayah Indonesia.

National Sales Manager Corsa Veriandi mengatakan,saat ini Corsa Platinum M5 dipastikan sudah didistribusi dengan baik. Corsa Platinum M5 bisa ditemukan di seluruh toko ban Indonesia dan dibeli melalui e-commerce.

“Jika ingin lebih praktis, kami telah bekerja sama dengan Bengkel BOS untuk melakukan penjualan melalui e-commerce, sehingga semakin memudahkan pelanggan dalam membeli ban. Ditambah, kami ada gratis service pemasangan jika melakukan pembelian di e-commerce Bengkel BOS,” kata Veriandi.

Corsa pun terus berinovasi dengan mencoba pasar ban skuter matik premium. Sebab, trend motor skuter matik (skutik) premium dinilai sudah menjadi gaya hidup dan simbol status pengendara di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari terus bertumbuhnya komunitas pengendara skutik.

“Kami terus melakukan inovasi dalam meluncurkan seri terbaru kami. Kali ini, kami ingin coba menguasai pemenuhan kebutuhan pasar untuk ban skuter matik premium,” ujar Brand Manager Corsa Papar Salomon Manalu.
(ROS)

Mekanik Indonesia Ikut Serta di Kontes Mekanik Dunia

Ardhi akan berkompetisi dengan 20 teknisi terbaik Yamaha dari 18 negara. Yamaha

Jakarta: Tidak cuma atlet Indonesia yang sedang berjuang mengharumkan nama Indonesia melalui Asian Para Games 2018. Mekanik Indonesia juga sedang berusaha mengharumkan nama Indonesia melalui Technician World Grand Prix (WTGP) 2018.

Kali ini mekanik Indonesia diwakili oleh pemuda asal Jember Ardhi Sulistyo. Dia merupakan juara Indonesia Techinician Grand Prix (ITGP) 2018.

“Saya sudah siap untuk kompetisi di Jepang. Persiapan di Jakarta seperti latihan langsung penanganan konsumen di bengkel flagship shop Jakarta dan trouble shooting sudah saya lakukan. Insya Allah saya bisa menjadi juara dunia,” klaim teknisi dealer Sentral Yamaha Jember itu melalui keterangan resminya.

WTGP 2018 nanti Ardhi akan berkompetisi dengan 20 teknisi terbaik Yamaha dari 18 negara. Memasang target juara dunia, Ardhi akan adu kemampuan dengan teknisi-teknisi Jepang, Thailand, Vietnam, India, Australia, serta negara dari benua Eropa dan Amerika. Sebagai catatan, Yamaha India adalah pemenang WTGP seri terakhir 2016 dan akan jadi lawan kompetitif tahun ini.

Yamaha Indonesia terus berkomitmen dalam mencetak teknisi handal kelas dunia yang menguasai teknologi terkini dan beradaptasi dengan kebutuhan konsumen yang semakin berkembang. Ardhi Sulistyo adalah salah satu contoh keseriusan Yamaha Indonesia sehingga layanan aftersales Yamaha tetap menjadi yang terbaik.

“Ardhi bukan hanya membawa nama Yamaha Indonesia tetapi juga membawa harum nama Indonesia di kejuaraan tingkat dunia. Kita doakan bersama dia mampu mengukir prestasi serta menjadi contoh yang baik bagi teknisi muda lainnya agar termotivasi,” beber GM Aftersales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, M Abidin.

(UDA)

Modifikasi Sistem Pengapian? Haram Potong Elektroda Busi

Pilih busi sesuai dengan kebutuhan mesin motor Anda. SM

Jakarta: Dalam dunia modifikasi, banyak cara dilakukan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor. Salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kinerja pengapian agar menghasilkan api yang besar.

Menurut Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, sebelum melakukan modifikasi pada bagian pengapian itu kita harus tahu dulu bagaimana cara kerja pengapian.

“Busi punya peran vital yang berfungsi sebagai pemantik bunga api dalam ruang bakar mesin, ketika Udara dan bahan bakar bercampur,” kata Diko kepada Medcom.id, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diko sekali lagi menegaskan, busi itu berfungsi menghasilkan listrik agar terjadi api, bukan menghasilkan api. Kemudian dijelaskan, pembesaran api di kepala busi sangat dipengaruhi oleh bentuk material bahan dan elektroda (elektroda pusat dan elektroda ground). 

“Kita harus tahu dulu faktar mana yang sangat mempengaruhi proses pengapian, faktornya apa, saya kira kita harus tahu dulu. Sebetulnya busi sudah diciptakan dengan banyak varian pilihan, kita tinggal pilih mau variasai yang mana, ada model Nickel, G-Power hingga Iridium,” jelasnya.

Dengan memilih varian sesuai dengan kebutuhan kendaraan bermotor Anda, adalah salah satu cara untuk menghindari modifikasi ekstrim yang salah. “Saya pernah bertemu dengan modifikasi yang memotong bagian electrokda-nya, yang katanya tujuannya untuk memperbesar api. Padahal ini hal yang salah, karena durability-nya tidak dapat.”

(UDA)